JAKARTA - Seorang wanita bernama Olivia Klopchin asal Vermont, Amerika Serikat, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah membagikan kisah uniknya. Ia lahir dengan kondisi langka yang menyebabkan salah satu lengan tangan lebih besar.
Melalui video TikTok-nya yang sudah ditonton lebih dari 16 juta kali, Olivia dengan santai menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk menjalani hidup normal.
Olivia mengaku pembuluh darah venanya tidak memiliki dinding otot yang teratur di sekeliling lengan tersebut, sehingga mengalami pelebaran dan berisiko terjadinya pembekuan darah.
"Sederhananya, pembuluh darah saya tidak memiliki dinding otot normal untuk menjaga bentuknya. Jadinya melebar, dan saya mengalami penggumpalan darah. Tapi itu tidak berbahaya bagi saya. Gumpalan darahnya hanya tetap berada di lengan saya," ujarnya dalam video, dikutip VOI dari laman People pada Senin, 31 Maret.
"Lengan saya mengalami penggumpalan karena pembuluh darah saya tidak lurus. Karena melebar, aliran darah saya tidak semulus orang lain, jadi darah bisa menggumpal dan itu bisa menyakitkan," tambahnya.
Klopchin menambahkan terkadang penggumpalan darah hanya berlangsung lima menit, tetapi di lain waktu bisa bertahan hingga seminggu. Namun, kondisi ini tidak benar-benar menghalanginya untuk melakukan apa pun.
"Saya bermain, olahraga, saya melakukan semua hal yang dilakukan orang pada umumnya. Satu-satunya hal yang menghambat saya adalah ketika mengalami penggumpalan darah. Itu bisa menyakitkan saat melakukan aktivitas sehari-hari," imbuhnya.
Dalam video lain, ia menjelaskan bahwa tangannya yang terdampak memiliki sendi lebih lentur dan sering kali menjadi bengkak.
"Lengan saya tidak selalu terlihat seperti ini. Ini memang cacat lahir, saya selalu memilikinya, tapi ukurannya tidak selalu sebesar ini," ujarnya sambil membagikan foto masa kecilnya, di mana lengannya terlihat lebih kecil.

Klopchin mengaku ukuran lengannya sering menarik perhatian dan pertanyaan orang lain. Namun, ia menanggapinya dengan santai di TikTok, bahkan berbagi tentang reaksi orang-orang terhadapnya. Dalam satu video, ia mengatakan semua mantan pasangannya tidak pernah mempermasalahkan kondisinya.
"Tentu saja, ketika pertama kali bertemu pasangan, dia selalu bertanya tentang kondisi saya, dan saya mengerti," katanya.
"Lengan saya terlihat berbeda, jadi wajar jika mereka ingin bertanya. Tapi tidak ada yang pernah bermasalah dengan itu," tambahnya.
Saat masih kanak-kanak, ia mengaku pernah pindah sekolah dan menyadari bahwa teman-teman barunya tampak ragu untuk menanyakan tentang kondisi lengannya.
"Saya sama sekali tidak keberatan jika orang bertanya. Saya selalu menjelaskan. Tapi biasanya, setelah mereka mengenal saya lebih jauh atau sering bersama saya, mereka cenderung lupa soal lengan saya." tambahnya.