JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak signifikan sebesar Rp20.000 per gram, mencapai Rp1.826.000 pada hari kedua Lebaran, Selasa 1 April.
Kenaikan harga juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) emas Antam, yang naik Rp21.000 menjadi Rp1.678.000 per gram, sebagaimana dikutip dari laman resmi Logam Mulia Antam.
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia Antam, berikut harga pecahan emas yang berlaku pada Selasa (1/4):
0,5 gram – Rp963.000
1 gram – Rp1.826.000
2 gram – Rp3.592.000
3 gram – Rp5.363.000
5 gram – Rp8.905.000
10 gram – Rp17.755.000
25 gram – Rp44.262.000
50 gram – Rp88.445.000
100 gram – Rp176.812.000
250 gram – Rp441.765.000
500 gram – Rp883.320.000
1.000 gram – Rp1.766.600.000
Ketentuan Pajak Pembelian dan Penjualan Emas
Transaksi jual-beli emas batangan Antam dikenakan potongan pajak berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan kembali (buyback) emas batangan:
Jika nominal transaksi lebih dari Rp10 juta, maka dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP.
Pajak dipotong langsung dari total nilai buyback.
Untuk pembelian emas batangan:
- PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pembeli yang memiliki NPWP.
- PPh Pasal 22 sebesar 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.
Setiap pembelian emas batangan dilengkapi dengan bukti potong pajak sebagai dokumen resmi.
BACA JUGA:
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Lonjakan harga emas Antam ini terjadi di tengah tren kenaikan harga emas dunia, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk:
- Fluktuasi Harga Emas Global – Harga emas internasional mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
- Tingginya Permintaan Emas di Tengah Perayaan Lebaran – Tradisi masyarakat Indonesia yang cenderung membeli emas sebagai investasi dan hadiah saat Idulfitri turut mendorong harga emas dalam negeri.
- Kondisi Geopolitik dan Inflasi Global – Ketegangan geopolitik serta inflasi yang masih tinggi di beberapa negara membuat emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik.
Meskipun harga emas Antam mengalami kenaikan tajam, emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang stabil bagi masyarakat, terutama dalam jangka panjang.